2 jam di depan tv yang penuh ironi

Hari minggu kemarin setelah masak2 yummy and sexy food a la aprilla quin (rancuuu!), saya merilekskan badan dengan menonton tv bersama teman2 saya (yang tentu saja jadi tambah tidak rileks). Acara yang kami tonton pertama adalah take him out. Tidak terlalu menarik memang, yang ada malah kami dapat dosa gara2 mendiskusikan wanita songong yaitu salah satu peserta yang masih menyalakan lampu.
Jadi ceritanya si cowok ini duda ditinggal istrinya gara2 masalah finansial. Terus dia udah berusaha membangun usaha dari awal sebagai abang2 jualan batagor, tapis sekarang udah cukup berhasil.
Nah, dia ikutan take me out untuk mencari istri baru, dan pada akhirnya tersisalah 3 orang wanita yang menyalakan lampu.
Pertanyaan pertama: "apakah Anda mau jika saya mengajak Anda makan di pedagang kaki lima yang di pinggiran"
wanita 1: "saya tidak bisa, umm, karena saya sedang diet dan menjaga berat badan saya. Kita tidak tahu berapa banyak kolesterol yang dikonsumsi kalau makan di tempat seperti itu"
wanita 2: "saya tidak bisa, saya juga menjalankan program diet, lagian sepertinya makanan kaki lima tidak terjamin kebersihannya"
wanita 3: "saya juga sedang berdiet, tapi diet saya untuk kesehatan"
bagian ini saya udah geleng2 kepala melihat kesongongan wanita2 itu. Gaya banget lu, emang kalau nggak makan di kaki lima bisa panjang umur, pikir saya.
Dan si pria mematikan 1 lampu, yaitu wanita ketiga yang meurut saya wanita dengan face 'biasa saja' dan menyisakan 2 wanita cantik lainnya.
Berlanjutlah ke pertanyaan kedua
"berapa banyak uang yang Anda perlukan SEBULAN jika Anda menjadi istri saya nantinya?"
wanita 1: "30juta, 15 juta untuk saya dan 15 juta untuk keluarga. itu udah saya minimalkan sekali. itu belum untuk suami,yah, dia kan bisa nambah2 cari uang sendiri"
choky kaget, saya mangap, , , FYI, si wanita ini adalah PNS!!! Dan masih muda, jadi gaji sebulannya juga nggak bakal sampai 15 juta.
Saya ngerasa dia hanya ingin songong2an aja biar terkesan tajir, hidup mewah. Amit2 ih. . . Cantik banget sih emang tapi.
wanita 2: "kalau saya 20juta untuk diri saya sendiri"
choky mangap, saya pingsan. . . Ya, enggak lah. . .
Aduh, pusing dah. . . Si peserta cowoknya tampangnya langsung nggak banget. Bingung kaget gimana gitu. . .
Tapi dia malu kalau nggak milih kali ya? Akhirnya dia milih wanita 1 yang PNS tadi. Dan kami berpikir "pasti ditinggalin lagi tuh cowok. . ."
wohohomp, milihnya teduh di mata nggak teduh di hati sih (asiiiiik^^)

Lanjut acara berikut pindah channel ke trans, , ,
menceritakan kehidupan masyarakat pedesaan yang hidup di lereng merbabu (saya sambil teriak2 "deket rumah gue ituu"). . . tokoh utamanya adalah mbah muji (ini hasil reporting lo, bukan rekayasa), nenek pencari bunga yang usianya sudah 80 tahun.
Setiap hari dia harus jalan kaki 20-30km untuk mencari bunga mawar (yang untuk nyekar) dimulai sebelum matahari terbit, menjejakkan kaki tak beralasnya pada dingin embun dan udara yang tentunya tidak bersahabat dengan raga ringkihnya.
Melewati belukar dan terancam bahaya yang invisible, mencari warna kelopak mawar dengan mata tuanya yang tentunya tidak berfungsi sebaik mata kita lagi. Dan setelah terkumpul sekeranjang besar penuh, dibawanya mawar itu ke pengumpul. . .
Dengan penuh syukur dia menerima uang DUA RIBU RUPIAH yang diterima dari tengkulak untuk satu keranjang penuh mawar tadi (yang mana akan dijual kembali oleh tengkulak 20ribu per keranjang).
Tertatih, ditemani rasa capek dan lapar, dia pulang ke rumahnya. Tapi, membeli bubur sayur sebagai penghargaan bagi badannya yang telah bekerja sedemikian keras pagi itu, sehingga berkuranglah uangnya 500rupiah. Sisa 1500 rupiah tadilah yang akan menjadi bekalnya seharian ini untuk bertahan hidup di hari itu, sampai akhirnya pagi memberikan awal hari baru, dan pekerjaan yang sama harus dimulai kembali. . . Memetik mawar diantara titik embun dan tebalnya kabut lereng Merbabu.

How you feel? That's so gorgeous isn't it? She doesn't need any pitties for living in such hard life.
Need not to pretend. Need not to want and want for some more. Because for her, all the given things are enough. . .
Because she thought, could see and live in this world that way, is something that must be filled with thankful.

Belum tentu yang makan makanan tanpa kolesterol, rendah lemak, bersih secara klinis, bisa hidup sampai 80 tahun.
Belum tentu, yang menghabiskan duit 30 juta sebulan masih dapat merasakan oksigen sampai hari tuanya secara gratis karena setiap hirup oksigen di udara terbuka tak akan pernah mampu dibeli.
Satu yang pasti adalah, belum tentu kebahagiaan yang didapat di dunia bisa dirasakan secara absolut. . . Believe, everything. . . E.V.E.R.Y.T.H.I.N.G always has a response. . .
Ketika kita sekarang merasakan kecukupan itu, kebahagiaan itu, tapi lupa atas kewajiban kita untuk menunduk dan melihat saudara2 kita, jangan salahkan mereka jika suatu saat mereka lebih cepat berada di source of everlasting happiness jauh lebih cepat daripada kita.
From now on. . . Knock our heart, open it widely to accept all kind of wind. . . Will it be clear or dusty, feel the athmosphere around us. . . So that,you we feel what others feel. . .

film lokal vs film impor

Jujur saya bukan movie freak yang punya dvd segambreng atau tiket blitz sekardus, apalagi tukang jaga gedung bioskop yang bisa nonton film gratis sampai jadi spesialis (spesialis film,red.). . .
Bukan, saya bukan semacam itu.
Saya cuma novelholic yang 'semribit' kalau novel favorit saya diadaptasi menjadi movie (yang biasanya mengecewakan), dan nonton cuma yang rekomendasi2 temen kalau ada film oke.
Maklum, saya bukan orang hedon yang keranjingan nonton.

Nah, dari sekian film2 yang saya tonton, ada beberapa hal yang dapat saya bandingkan khas film di beberapa negara:
1. US:
"free act" sudah biasa (solusi: di fast forward/tutup mata. nggak mau? yaudah, nonton sambil istighfar), kalau cerita remaja biasanya berjiwa hedon, film yang sci-fic efeknya luar biasa keren tiada tara, adegan actionnya oke, aktingnya paaaaas banget (terutama Sandra Bullock waktu di The Blind Side *amazed*), ide-ide ceritanya kreatif & variatif, kalau ada pertandingan2 skor kelompok pemeran utama selisih 1 dari lawan mainnya dan pas di detik2 terakhir.

2. Korea:
pas nonton awal2 biasa aja, tau2 abis nonton mata udah bengkak2 dan tissue segunung, rata2 endingnya sedih kalau perlu tokoh utama mati, biasanya temanya cinta2an, paling pinter ngaduk2 emosi penontonnya.

3. Jepang: (kalau yang ini saya cuma nonton anime2nya sama film dikit sih)
banyak banget pesan moralnya, abis nonton langsung dapet spirit baru, animenya kadang lebay tapi okeeee, bisa meng'genre'kan film secara sempurna (misal film misteri nggak dicampur2 sama adegan terlarang) walaupun Jepang pemroduksi film xxx terbesar di dunia, punya alur cerita yang kreatif dan tidak membosankan walaupun harus dibuat sampai 10 season menyaingi ci*ta fit*i.

4. India:
tontonan saya jaman SD yang sampai sekarang saya masih apal lagu2nya (norak sekali), AUK (As u know) pasti pasti ada adegan joget2 ngiterin pohon dan kejar2an dengan kain sari berkibar (indah sekali), kalau yang jaman duluuuuu banget polisinya namanya inspektur Fijaay (nggak cuma di 1 film) nggak tau sekarang udah ganti nama belum, menguras air mata emak2 dan rata2 happy ending.

5. UK:
bahasa Inggrisnya sama yang diajarin di sekolah (nggak terlalu bayak bahasa gaul), film2 remajanya pornless^^, dedikasi tinggi dalam suatu institusi pendidikan.

6. Meksiko:
Right. . . Telenovela. Yah, isinya cinta2an termasuk yang anak2 (amigos: ana pedro, dulce maria: chirippa dan anjing jantan), musik latinnya asik banget.

7. Indonesia:
nggak kreatif, temanya kalau nggak cinta2an ya hantu porno, aktingnya dan alur cerita lebay (yang jahat jahaaaat banget, yang baik baiiiiiikkk banget), film2 yang kontroversial semakin ditentang semakin populer (waktu ada award2 pemenangnya adalah film2 bagus yang nggak pernah tau kapan ditayangin gara2 yang di tv cuma ada berita film kontroversial), nggak ada film animasi dan emang nggak punya bengkelnya (kayak Dreamwork & disney pixar di US) padahal akademisi IT'nya cukup keren2.

Apalagi ya? Ada ide. . . ?
Yah, well, saya hanya orang yang bisa ngomong, saya hanya bisa mengamati, tapi nggak tahu harus berbuat apa. . . menyedihkan. . .

FK+Teknik sipil+pertukangan+seni rupa = FKG

Dari jaman dulu, entah kenapa cita2 saya adalah menjadi duta besar, tour guide, Public relation, journalist, sejenis2 itu lah.
Nggak kepikiran sama sekali pengin jadi dokter (walaupun itu profesi favorit temen2 jaman kami masih unyil).
Waktu SMA juga masuk pertama kali di jurusan bahasa, trus pindah ke IPA gara2 kayak terkucilkan gitu tempatnya (sepele sekali), tapi keinginan untuk kuliah di jurusan "public speaking" masih teteup (berhubung IPA bisa kemana aja).
Cuma ikut 2x UM, SIMAK UI sama UM UNNES. Yang UI ambil sastra inggris & jepang (rejected T.T), yang UNNES pend. bahasa inggris & pend. bahasa jepang (accepted). Emang dari dulu ngincer banget UI. keren gitu liat pake almamater kuning trus aksi di DPR (sekali lagi, karena hal sepele).
Oh iya, sama kebagian formulir PMDK UI, nggak bisa crossing jurusan tapi. Nekat aja ambil komunikasi. Haha. Nggak keterima.
Paraaaah banget lah pengin ke UI-nya. Tapi karena udah takdir kali ya, 3 kali nyoba (PMDK, SIMAK, SNMPTN pilihan ke 3 IPC) nggak lolos juga ke sana.
Pilihan FKG itu bener2 kilat, nggak tau kenapa tiba2 pengen FKG UGM sama UNPAD. Akhirnya lolos disini. . . Mungkin udah di sini kali ya jalannya.
Kirain, pelajarannya cuma masalah gigi. . .

Ternyata saya salah besar! Sama aja. . . Buku kami sama kayak yang digunain FK. Waktu semester 1 parah lah pokoknya. Nggak ada istirahat, tidur malem terus, laporan praktikum kimia&fisika yang minimal 30 halaman tulis tangan (pengolahan datanya boi, mantep -_-), 6-8 makalah tiap minggu. . .
Presentasi unlimited. presentasi mulu kerjaannya. praktikumnya banyak (itmkg susah acc). Sakiiiiit aja kerjaannya. Hoho.
Semester 2 udah mulai lumayan, praktikumnya cuma 4: ITMKG, microbiology, pathology, sama parasitology.
ITMKG nya susaaaaah banget buat acc. Hampir kena blaclist sama dosen gara2 pernah pulang duluan tanpa izin (abis biasanya kalo udah selesai disuruh buru2 keluar) sama baca komik waktu praktikum (nungguin air mendidih, lama banget sumpah).
Yang terakhir tadi, haduuuhhh, sidangnya hampir mati di tempat dah. Dibilang saya nggak punya attitude yang baik sebagai calon dokter lah, nggak niat lah, kekanak-kanakan lah. Nah, saya emang childish. Aduuuh, reputasi saya di sini ancur banget lah. . .
Unintended. . . Emang saya nggak pernah bisa fokussssss!!! Gimana coba. Abis dimarahin kayak gitu seharian saya nggak nafsu ngapa2in, soalnya saya nggak pernah yang namanya dibentak.
Jadiiii pengeeeeen pindah!!!!
Kali ini nggak berpikir singkat kok. . .
sudah saya pikirkan masak2 (halah), antara lain:
*peralatan kedokteran gigi yang mahal, buat praktikum taun ini aja udah 1 koma sekian jt (padahal barang2nya kayak punya tukang bangunan. e.g: tang, kawat, gips, dll), mending kalau dapet stetoskop/spigmomanometer. . . >> alasan kurang mendukung.
*pelajarannya sama susahnya kayak FK, malah ada praktikumnya susah acc segala >> kuat
*terkesan lebih komersil dibandingkan dokter umum, high class abis(melihat gaya hidup yang sudah jadi dokter gigi)
*saya pengen lebih dibutuhkan orang lain (kalau dokter gigi nggak terlalu)
*kalau pengen jadi dokter di desa, mindahin barang2nya susah (dental chair segede apa coba?)

dulu sih, saya emang orientasi profesi ke financial. Tapi, setelah ngeliat banyak orang nggak mampu yang nggak bisa dapet pengobatan, dapt pelayanan kelas 2, nggak dianggep sama petugas2 rumah sakitnya. . . Huff. . .
benci rasanya, saya bisa denger, lihat, ngerasain, tapi nggak bisa apa2. . .
kalau masalah penghidupan yang layak mah, urusan suami saya entar. . . hoho.
saya nggak berpenghasilan juga nggak papa, orang sebenernya pengen jadi ibu rumah tangga. . . tapi kan nggak ada salahnya dokter jadi ibu rumah tangga doang, tapi bisa bantu orang juga. ilmu kan nggak ada ruginya^^.
hahaha. . . (mikir kemanaaaaaa2 aja). pengen kayak sandra bullock waktu di the blind sight. gitu lah. . . bedanya saya suatu saat jadi ibu rumah tangga, dokter freelance and free tax, aktivis juga. . . Hiiiiiwwww. . . Amiiiin.
Ya Alloh, make it be what it will be. . . But, please consider what i want it to be. . . Amin. . .?^^

Almost a year I've been here

Baru menyadari waktu tau kemarin sabtu udah SMUP. . .
Cepat sekali yak. . .
Kemarin waktu mau ke sekre BEM, ngantri makan lontong kari (Hell, yeah!), terus ketemu deh sama ABG2 yang mau ikutan SMUP (seems like I'm the oldies one. . .).
Waaaah, pengen ikut, masuk ke fakultas tetangga. Heeww^^. Tapi sumbangannya itu loooo, minimal 175 juta. Ada yang mau bantuin ngerampok?
Saya tanyain beberapa di antara mereka (jauh2 dari lampung mereka),
saya: "mau ikut SMUP ya dek?" << bodoh! emang mau ngapain lagi?
cewe1: "iya, kamu juga ya?"
saya: "enggak kok,"
cewe: "kuliah disini ya?"
saya: "iya?" sambil senyum saya-menyambutmu-hai-calon-mahasiswa-baru
cewe2: "fakultas apa teh?"
saya: "FKG" senyum simpul sambil tetap makan lontong kari
cewe 1&2 : "waaaahhhhh" (tepuk tangan)
saya: (hampir tersedak melihat secara heboh), "kenapa dek?"
cewe 1&2: "keren, susah ya masuknya teh? lewat jalur apa teh?"
saya: "SNMPTN"
cewe1&2: "woooooow"(tepuk tangan lagi)
saya menatap mereka heran, sambil berpikir 'emang segitu kerennya ya'
saya: "nggak terlalu susah kok dek, aku nggak pinter2 banget kok" >> bukan maksud merendah, tapi emang gitu. Hewewewew.
mereka: "pengen sih daftar FKG, tapi takut kalo nggak diterima, makanya coba FISIP"
saya: "yaudah, besok SNMPTN coba lagi ya, tapi pikir2 dulu sebelum bener2 masuk FKG, mending FK sekalian kok^^"
mereka: "nggak ah teh, pengennya di FKG"
blablabla. . .

Abis dari makan, ketemu temen2 di sekre langsung tanya, "emang UNPAD sekeren apa sih?",
katanya sih rank ke 7 abis ITS (siaaallll).
Ohiya, kemarin2 udah kepikiran buat pindaaaaaaah terus, pengen ke FK sekalian. . .
Kenapa?
Ntar saya ceritain di posting selanjutnya. Hoho. . .
Mengingat ternyata ngerebutin space biar bisa kuliah harus segitu hebohnya, saya mikir2 lagi deh. . .
Hummmmmmm. . .
Hampir punya adik2 baru. . . Welcome to our beloved campus^^

hunt for wisedom

being closed to a nice person, will lead you to be the nice one too.
That's one thing I could learn from what i've got.
Something different being here when it compared to the community where i used to be (i don't mean they weren't nice or whatsoever, maybe it's because of our young soul^^)

Guess what. . . Yay, their amazing thought. . .

Pola pikir yang luar biasa menjadikan mereka menjadi pribadi yang luar biasa.
Dan itu saya temukan pada orang yang keras pada dirinya sendiri.
Orang2 yang mau melakukan banyak pengorbanan, yang berani menerima risiko, dan selalu bangkit tak peduli seberapa sering dia terjatuh.

Satu hal yang saya suka dari kata-kata seorang teman:
"Kenapa pemain sepakbola berjuang mati2an ketika dia sedang ada di pertandingan? Karena dia tahu, akan datang waktu yang menghentikan langkahnya"
That made me realize, pemain sepakbola masih tahu berapa waktu yang tersisa, yang bisa dia gunakan. How about us? Not at all, kita tidak tahu sama sekali.
Ketika biasanya kita berharap waktu berjalan sesingkat mungkin agar kita dapat segera menyelesaikan studi kita, let's reload. . .
Itu saja? Zona aman? Belajar, IP bagus, lulus cepat, kerja enak, gaji besar, S2&s3 di luar negeri, keluarga sejahtera.
Sesempit itukah nantinya hidup kita?

Banyak orang yang menganggap hal yang saya sebut di atas tadi adalah pola sempurna suatu kehidupan. So do I, termasuk saya.
Namun, bagaimana dengan mengubah sedikit pola itu? Menggoreskan hal2 yang berbeda di dalamnya dan menjadikannya suatu yang luar biasa dan lain daripada yang lain, tapi tetap terjaga kesempurnaanya.
That's what I often say, be different. . . Just be the trensetter, not follower.

Saya tahu tulisan2 di atas sangat abstrak dan tidak jelas. Heww. But, let's think one more.
What kinda meaningful thing we can do to fill this timeless life? Solve it yourself^^
Ketika kita keras pada diri kita sendiri, hidup akan lunak pada kita. . .
Ketika kita lunak pada diri kita sendiri, hidup akan keras pada kita. . .

So, let's be out of our safety zone. . .

Menemukan keluarga baru di sarang baru

Heww, sudah lama saya nggak blogging ya. Maklum, eksekutif muda penuh energi (apa coba?). Nggak nyangka bakal sesering ini kegiatan2nya. Ohiya, cerita dulu ah, raker BEM yang 3 hari kemarin (9-10 april), oke banget kegiatannya. Kami menginap di daerah Ujung berung, tapi pegunungannya. Kalau malam bisa lihat Bandung dari ketinggian. Cihuy lah pokoknya mah. Pas raker benerannya, saya ketiduran. Hew^^. Kecapekan sih. Siang sebelum berangkat tuh, saya ke Bandung dulu mau ketemu dosen wali bareng temen lain. Eh, udah jauh2, ternyata dosennya bilang jam setengah 6 sore baru bisa perwalian. Bete mampus dah, rambut udah acak2an nggak karuan, padahal berangkat manis banget *pletak*. Ok, back to point. . . Saya masih rada bingung masalah politik di BEM. Maklum, anak baru di organisasi, baru belajar. Jadi ngerasa awkward sendiri. Makanya rajin berangkat kegiatan nih. Ohiya, rakernya itu ada acara super camp, kami ngerasa kayak ikutan ESQ gitu malah. Banyak games-nya dari akang-teteh psikologi. Best game ever tuh yang X-Y game. . . Ada juga game granat2an pakai telur. Dijaga telur itu nggak pecah walaupun dijatuhin dari ketinggian 3 lantai. Nah, kelompok kami gara2 ada misscom sama provider game-nya, jadi cuma dapet satu bahan: koran. itu pun waktu pembungkusannya, telurnya udah pecah duluan. Sedih, padahal telur itu sudah kami anggap seperti adik kami sendiri *sobs*. Terus saya yang ditunjuk untuk jadi wakil penjatuh telur dengan satu pesan mulia dari temen2 kelompok "dijatuhinnya yang kenceng ya, udah pecah ini". . . Saya ngangguk2 kayak ondel2. Okeh. . . Beneran mendaki gunung lewati lembah sampai lantai 3, pas giliran saya, saya kumpulkan segenap tenaga. . .\ READY, SHOOT, aprilla attack!!! *swuuuuung*. . slow motion in reaching to the floor. . .*duaaarr* seketika 1 hall gedung itu berubah jadi puing2. Ya, enggak lah. . . "eh, itu ati2 dong ngelemparnya!", kata akang2 yang hampir kena telur. . . "oh, maaf kang, maaf. . ." cengir2 nggak jelas, langsung cabuuut!!! Di bawah, beberapa pasang mata menatap prihatin "lain kali dicoba dulu ya, jangan pesimis", kata seorang teteh sambil menepuk2 bahu. . . saya: "iya teh" *mau nangis*, Huhu, alesannya kan bukan itu T.T Yah, walaupun ada insiden telur nggak jelas itu, tapi acaranya oke banget lah. Semangat sekali saya jadinya. Tapi, belum bisa bagi waktu bener. Sering tabrakan antara kuliah, UKM, sama BEM. Puncaknya, pas hari rabu, ada road to faculty. Pagi nggak sarapan (emang nggak pernah sih^^), seharian itu isinya cuma jajan. Soalnya di rumah saya tidak dibiasakan makan masakan luar (mom made only), jadi disini saya juga seringnya masak sendiri atau beli yang sejenis makanan rumah. Nah, seharian itu saya jajan nggak jelas. . . Ditambah, beli gorengan di tempat adik2 kecil yang ada di fisip (aku tidak menyalahkanmu, Nak^^), apa sih, molen pisang pake sakarin gitu tapi. Malemnya saya muntah2 heboh. Selera makan langsung hilang, padahal biasanya kuantitas makan saya setara kuli *sudah diakui*. Kalau inget molen itu, perut saya jadi tidak nyaman sekali, akhirnya terjadi kontraksi muskulus rectus abdominis (sotooooyyy!!!), keluarlah semuanya. Hiiiiiw^^. Yah, saya memang tidak ditakdirkan untuk jajan sembarangan, saya dituntut bisa memenuhi gizi keluarga dengan memasak makanan sehat bergizi (apa sih?). . . Yasudah, mungkin saya sudah mulai capek. . . *kenapa posting saya selalu diakhiri dengan hal2 abstrak*
Suasana rapat


Beberapa kominfo

Teman sekamar saya^^

Ketika kita merasa lebih tinggi

"tuh liat, alay2 lagi nongkrong!"
atau. . .
"sumpah ya, gua nggak suka banget sama lagu2nya wali"

Mungkin kita sering mendengar hal semacam itu,
atau mungkin malah kita sendiri yang mengatakannya. Kenapa sih?
Merasa kita baik? keren? atau gaul tak terbantahkan?. . . Merasa apa yang kita lakukan itu udah yang paling mulia, paling tinggi?
Yo beb, listen. . . Setiap orang itu berhak buat berekspresi. Terserah mereka, suka2 mereka. . . nggak ganggu kita ini.
Lu ngatain band2 melayu itu genre lagunya alay. Lu bisa nggak bikin lagu kayak mereka yang beberapa dapet double platinum award?
Saya sampai heran melihat grup2 semacam itu bertebaran. . . Kenapa harus ngebenci kalangan2 tertentu sih? mereka nggak ngelanggar UU, nggak ngelanggar agama. . .

Saya sendiri berpendapat, orang2 alay itu cuma orang2 yang sukanya ikut2an. . .
Biar dianggep gaul, biar dianggep high. . .
Ikut2an ngatain alay, padahal alay itu apa juga cuma tau gara2 lagi booming pada make.
Sok aja search grup Anti Alay (tidak disarankan untuk join), lihat definisi alay itu kayak apa.
Yang bisa saya simpulkan, orang alay itu orang2 yang bisanya ikut2an, jadi follower, biar bisa dianggep gaul.
Jadi kalau Anda bilang orang lain alay, Anda juga seorang alay karena meniru istilah orang lain yang sedang booming.
if u wanna be the coolest one, be the trendsetter not the follower.

heran ya, membenci sekarang sudah menjadi sebuah tren. . . Ada grupnya malah, yang depan2nya "Anti", kecuali Anti Penyalahgunaan Pajak ya, itu mah gua join.
gua jadi kangen pelajaran Pkn kelas 2 SD tentang toleransi. . .

if just, there's something about somebody's attitude u don't like, let it be. in case it doesn't disturb u.
and before complaining to others, please make a reflection. . . look at yourself one more.

nggak ada dari kita yang sempurna, dan nggak ada di dunia ini yang identik.
kenapa harus dituntut sama? the rainbow would't be beautiful if it had one colour only, so did our live.
biarkan orang hidup dengan caranya, dan kita hidup dengan cara kita sendiri.
memang kita perlu melihat ke atas dan ke bawah. . .
tapi nggak perlu memuja ketika mendongak, dan nggak perlu mencela ketika menunduk. . .

jadi, ketika mau ngatain orang lain alay, mikir dulu lu alay nggak.
dan ketika ada orang lain yang ngatain lu alay, they are the real alay actually . . . so, cheer up^^

(on my peach carpet, 15.03)
↑
up